RANTAU,- Kelompok tani ternak Kelurahan Tambarangan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) sukses budidaya ayam KUB dan kembangkan pakan mandiri dari budidaya Magot.
Untuk diketahui, ayam KUB adalah ayam hasil persilangan dari sesama ayam kampung yang berasal dari Bogor, Cianjur, Depok, dan Majalengka dan seleksi genetiknya dilakukan sebanyak 6 generasi, sejak tahun 1997-2010 oleh tim Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Ciawi, Bogor.
Sedang Magot adalah larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens yang berwarna putih/kekuningan, berbentuk lunak, dan berpotensi tinggi sebagai pengurai limbah organik serta pakan ternak. Magot kaya protein dan lemak, menjadikannya solusi ekonomis untuk mengurangi sampah rumah tangga sekaligus bahan pakan alternatif.
Dibantu dana coorporate sosial responsibility (CSR) dari PT.Binuang Mitra Bersama (BMB) Blok II, kelompok tani ternak Kelurahan Tambarangan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Tapin sukses budidaya 300 ekor ayam KUB dengan harga jual per Kg Rp.50.000.
Seperti yang diutarakan Dwi Suryanto Ketua Kelompok Tani Kelurahan Tambarangan, sebanyak 300 ekor bibit ayak KUB di datangkan langsung dari luar daerah,"
"Dimana PT.BMB Blok II pertama membantu Kandang, Pakan dan Bibit," ungkapnya.
RANTAU,- Sebanyak 80 pengusaha industri kecil menengah (IKM) yang terdaftar dalam sistem informasi i...
Rantau – Setelah resmi dibuka oleh Bupati Tapin, rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangun...
Rantau – Bupati Tapin, H. Yamani, S. Ak. M.M., secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan...
RANTAU,- Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Rantau Kanan sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (...